الأربعاء، 27 أغسطس 2014

SEJARAH ALGORITMA


Algoritma berasal dari nama penulis buku, yakni Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi yang berasal dari Uzbekistan. Orang Barat menyebut Al-Khwarizmi dengan Algorism.
Pada saat itu, Al-Khwarizmi menulis buku dengan judul Al Jabar wal-Muqabala yang artinya 'Buku Pemugaran dan Pengurangan' (The book of Restoration and Reduction). Dari judul buku tersebut, kita juga memperoleh kata “aljabar” atau biasa dikenal dengan algebra.
Abu Abdullah Ibnu Musa al-Khawarizmi (770M-840M) lahir di Khawarizm (Kheva), kota yang berada di selatan Sungai Oxus (sekarang disebut Uzbekistan) pada 770 M. Al Khawarizmi merupakan salah satu ilmuan terkenal di zamannya. Ada beberapa cabang ilmu matematika yang berhasil ditemukannya, antara lain yang dikenal sebagai astronom dan geografer.
Awalnya, algoritma merupakan istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis yang berguna untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numeric Arab.
Penggunaan Pertama
Pada 1950, algoritma pertama kali digunakan pada Algoritma Eucliden (Euclid Algorithm). Euclid sendiri merupakan seorang matemaitkawan Yunani yang lahir sekitar 350 SM. Euclid menulis buku yang berjudul Element.
Di dalam buku tersebut, dijelaskan langkah-langkah untuk menemukan pembagi bersama terbesar (common greatest divisor) dari dua bilangan bulat, yakni m dan n. Namun, Eucliden pada saat itu tidak menyebutkan bahwa cara yang digunakannya adalah metode algoritma. Hal tersebut baru disebut sebagai algoritma pada abad-abad modern.
Ciri Algoritma
Lima ciri yang harus dipunyai algoritma agar menjadi algoritma yang benar adalah sebagai berikut.
  1. Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan langkah terbatas. Dalam hal ini, jika langkah-langkah yang ada telah dipenuhi dan telah dieksekusi, algortima haruslah berhenti.
  2. Setiap langkah harus didefinisikan agar tidak memiliki arti dua (ambiguous).
  3. Algoritma mempunyai nol atau lebih masukan (input).
  4. Algoritma mempunyai nol atau lebih keluaran (output).
  5. Algoritma haruslah efektif, yakni mempunyai langkah yang sederhana agar dapat dikerjakan dengan waktu yang efektif.

الخميس، 9 يناير 2014

di sakiti

pembahasan kita kali ini akan bertema cinta.
ada yg bilang cinta itu menyakitan dan ada pula yang bilang cinta itu menyenangkan. Setiap pendapat orang itu berbeda karna cinta dapat diartikan dalam segala hal. Cinta itu bukan hanya ke pada lawan jenis (pacar), tetapi ada pula cinta kepada teman, sahabat, saudara, orang tua, adik n kakak. dan terutama cinta kepada Allah SWT.
Tidak ada cinta yang abadi kecuali cinta kepada Allah SWT.
Semoga cinta kita kepada lawan jenis tidak akan melebihi cinta kita kepada sang pencipta alam semesta yaitu Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

berikut saya akan menuliskan beberapa puisi.
semoga bermanfaat...



Di sakiti

Allah mengizinkan kita di sakiti, agar esok kita tahu cara mengobati orang yang terluka
Allah membuat kita menangis agar esok kita mampu menghibur orang yang bersedih
Allah menjadikan kita manusia yang dikaruniai kelebihan dan kekurangan agar kita bersukur dan berdo'a serta saling membutuhkan dengan sesama manusia
setiap ujian yang melanda adalah pembelajaran agar kita semakin bijak dan dewasa
sesungguhnya nikmat terbaik adalah segala kejadian yang membawa kita semakin dekat pada-nya betapapun itu sangat menyakitkan hati kita.